Media Online Karyaindonesianews.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Lembaga Front Banten Bersatu (FBB) Mendukung Pelaksanaan Program Pembangunan Bagi Pertanian Tahun 2024, Yang Kini Mulai di Realisasikan

  • Bagikan

Media karyaindonesianews.com |

KABUPATEN TANGERANG Sebagai bentuk dukungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam mensukseskan pembangunan pertanian di Tahun 2024,

Oleh karena itu dalam mendukung kegiatan pertanian yang ada di Indonesia, Ditjen SDA melakukan berbagai macam cara dimulai dari penyediaan kebutuhan air hingga pengairan melalui irigasi ke lahan – lahan pertanian. Beberapa diantaranya adalah, pembangunan bendungan, pembangunan jaringan irigasi, penyedian air baku dan pembangunan embung

Dan periode bulan Juni 2024 Ditjen SDA juga membangun sejumlah Infrastruktur jaringan irigasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang dengan cakupan luas wilayah yang terairi seluas 35.000 Ha. Selain itu, terdapat rehabilitasi infrastruktur irigasi yang mencakup wilayah seluas 144.800 Ha.(05/06/2024)

Saat ini berbagai pembangunan Infrastruktur irigasi sebagai sarana mendukung Program Food Estate yang ditargetkan selesai pada tahun 2024 dan guna membangun wilayah lumbung pangan Nasional.

Pekerjaan Program Food Estate tersebut meliputi, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, salah satunya di Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang di 2 Desa (red Desa Klebet dan Desa Rancalabu) kegiatan land clearing serta pembangunan saluran drainase dengan sistem Swakelola.

Sementara itu dalam keterangannya H.Rony selaku Bendahara Front Banten Bersatu (FBB) Kabupaten Tangerang yang ikut juga mengawasi pekerjaan tersebut sekaligus perwakilan dari unsur masyarakat Kecamatan Kemiri, kepada Awak Media mengatakan, Daerah lrigasi Rentang memiliki nilai strategis dan sejarah panjang sebagai penunjang pertanian khususnya di Kecamatan Kemiri. Disamping itu adanya koordinasi dan pemantauan secara berkala diharapkan dapat mendorong percepatan dan optimalisasi rehabilitasi Jaringan lrgasi tersebut,” ungkapnya

Menurut H.Rony, Bahwa proyek RIMP (Rentang Irrigation Modernization Project) tersebut sangat efektif sejak tahun 2017, Dan juga telah banyak dilaksanakan program tersebut melaui Padat Karya atau Swakelola,” tegasnya

BACA JUGA  SD Negri Cikande IV Menggelar Gebyar Pentas Seni dan lepas kangen Perpisahan Siswa Kelas 6 Tahun Pelajaran 2023-2024

Jadi tidak benar jika adanya pemberitaan salah satu media yang mengatakan kegiatan tersebut dikatakan janggal atau terkesan menggunakan bahan bangunan juga material oplosan, itu berarti temen – temen di lapangan “mohon maaf ” kurang memahami juklak – juknis pembangunan tersebut,” terangnya

“Jadi alangkah baiknya jika kita lebih mengedepankan segi manfaat dari sebuah pembangunan tersebut bagi para petani di wilayah tersebut,”ungkap H.Rony mengakhiri

(Ariyanto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!