Media Online Karyaindonesianews.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Pt .Prima Jaya Multicon Abaikan Hak Pekerja

  • Bagikan

Media karyaindonesianews.com |

Jum’at 24 mei 2024 terlihat beberapa para karyawan perusahaan tersebut berbaris di depan gerbang perusahaan yang beralamat jl.raya Rangkas Bitung no 184 kec . Jawilan kab serang Banten pos 42177 Indonesia memantau tindakan perusahaan bahkan sempat melakukan penutupan pintu gerbang perusahaan , sebab karena ketika awak media melakukan pertanyaan dari beberapa jumlah dari 39 para pekerja salah satunya Madsuni pekerja yang menjadi korban dari penutupan perusahaan pada menjelang ramadhan 1445 hijriah diperkirakan tanggal 9 Maret tahun2024 melakukan penutupan perusahaan sepihak belum mendapatkan haknya dan tidak membicarakannya dengan karyawan di perusahaan tersebut.

Apeni Rijal SH salah satu tokoh pergerakan aktivis buruh kabupaten serang saat di jumpai di lokasi, menyampaikan terkait permasalahan yang terjadi dan sekaligus mendampingi dan memberikan semangat kepada buruh yang sampai saat ini belum menerima kejelasan dan kepastian Ter kait penyelesaian tentang hak pekerja yang sudah sangat jelas yang diatur dari undang cipta kerja UU no 6 tahun 2023 beserta turunannya

Terlihat beberapa para pekerja yg belum mendapatkan hak paska penutupan perusahaan turun kejalan ,melakukan penggalangan dana perjuangan meminta dengan para pengguna jalan untuk memenuhi kebutuhan sekedar untuk bertahan hidup , sungguh sangat memperhatikan kalau sebelumnya mereka bekerja mereka masih bisa memberikan nafkah kepada keluarga mereka karena di dominasi para pekerja Ter sebut laki-laki dan sekaligus kepala rumah tangga , setelah awak media sempat berbincang dengan para karyawan yg saat ini sedang berjuang dilokasi area depan gerbang perusahaan kalau mereka dengan masa kerja 5 sampai 9 tahun bekerja sangat shock dengan penutupan perusahaan yang terkesan mendadak.

Dari jumlah sebelum perusahaan yang memperkerjakan kurang lebih 350 pekerja yang masih tersisa yang diketahui ada 39 orang yang memberikan kuasa untuk penyelesaian kasus tersebut kepada Untung Prasetyo,SH& panther menurut kuasa hukum dari pekerja sudah dua kali melakukan pertemuan Bipartit dengan pihak kuasa hukum perusahaan ,akan tetapi belum ada kesepakatan apapun sehingga pihak kuasa hukum pekerja akan melakukan upaya hukum untuk memperjuangkan para hak pekerja yang menjadi korban penutupan perusahaan yang sewenang-wenang , sekaligus dalam waktu dekat juga akan melayangkan surat perlindungan hukum kepada pihak kepolisian , tujuanya untuk melindungi para pekerja yang berjumlah 39 orang , yang sampai saat ini berjuang mencari keadilan sebab di khawatirkan ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan perbuatan melawan hukum, sempat terdengar kabar desas desus pihak perusahaan mau mengeluarkan beberapa aset perusahaan,baik kendaraan yang milik perusahaan dan bata ringan hasil produksi yang di duga akan dijual, sehingga mereka melakukan penutupan tersebut, awak media mempertanyakan kesalah satu pekerja Kenapa melakukan penutupan gerbang pabrik ?”jawab karyawan : perusahaan tutup tgl 9 Maret sampai saat ini nasib kami belum ada kejelasan,kami terpaksa melakukan ini karena kami khawatir kalau pengusahanya kabur siapa yang akan bertanggung jawab tentang pembayaran hak kami.

BACA JUGA  Sambut HUT Bhayangkara Ke-78, Polsek Kalideres Distribusikan 75 Paket Sembako Kepada Warga Tegal Alur

Kuasa hukum pekerja juga sudah melayang kan surat pengaduan mediasi Tripartite ke dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten serang, meminta agar segera memanggil pengusaha ataupun kuasa hukumnya! untuk menyelesaikan secara prosedural ke instansi yang membidangi,sebelum lanjut ketingkat pengadilan perselisihan hubungan industrial bahkan ke Mahkamah agung nantinya ,kalau terkesan main main dalam menyelesaikan pemasalahan yang menyangkut harkat dan martabat kaum pekerja yang meminta haknya.

Harapan baik kuasa hukum dan pekerja jalankan amanat konstitusi melalui undang undang yg sudah diundangkan tentang ketenagakerjaan sehingga masing-masing pihak tau tentang hak dan kewajiban, sehingga terlahir opsi penyelesaian yang objektif sampai berita ini ditayangkan belum ada keterangan penyelesaian dari pihak perusahaan menyangkut nasib para pekerja.

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!