Media Online Karyaindonesianews.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

KLH ( Konsorsium Lingkungan Hidup) Prov Banten Akan Mengadukan Perusahaan PT SRM Ke KEMENLHK Yang Membadel. Di duga Air Limbah Di Buang Ke Sawah milik Warga

  • Bagikan

Media Karyaindonesianews.com |

Kabupaten Serang || Perusahaan yang memproduksi bata hebel/ bata apung yaitu PT SRM (Setia Raya Mandiri) yang berada di Kampung Nyompok RT 05/02, Desa Nyompok Kecamatan Kopo Kabupaten Serang-Banten

Saat dikonfirmasi pada pihak perusahaan PT SRM bagian HRD, sebut saja Arf (Inisial-red).
Ditanya terkait seputar izin Amdal dan Solar yang digunakan forklift dalam perusahaan ?
Pihak HRD atas Arf tidak merespon pertanyaan awak Media, malah menyuruh koordinasi dengan pihak DLH Kabupaten Serang.
Dalam isi percakapannya dari HRD PT SRM yang terhimpun di chat WhatsApp “Koordinasi dengan DLH pak,
Karena kami sdh koordinasi dengan DLh”
Jelasnya .

Ketika ditanya koordinasi dalam bentuk apa dan siapa orang DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Serang yang di maksud?
Pihak HRD PT SRM bungkam tidak bisa memberikan keterangan.

Malah pihak HRD menyebut sudah pernah bertemu dengan Direktur KLH (Konsorsium Lingkungan Hidup ) atas nama Ferry.

Pernyataan tersebut yang terlontar dari pernyataan pihak HRD PT SRM dibantah langsung oleh Ferry selaku Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi-Banten.

Dalam keterangannya Ferry selaku DIR KLH Provinsi Banten mengungkapkan ” Itu fitnah,sejak kapan saya bertemu dengan pihak perusahaan PT SRM ? Justru saya akan mengadukan perusahaan tersebut ke Direktorat PPA (Pengendalian Pencemaran Air) dan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dilakukan sidak ke perusahaan PT SRM. Karena diduga melakukan pelanggaran, dengan membuang air limbah perusahaan ke Kali Cicinta milik Dinas Sumber Daya Air dan lahan sawah warga” Terangnya.

Masih menurut Ferry, ” Bahwa perusahaan PT SRM tersebut diduga melanggar pasal 60 jo pasal 104 UU PPLH dan berharap pihak Gakkum KEMENLHK dapat segera melakukan tindakan tegas dan memproses sesuai hukum yang berlaku” Tutupnya.

BACA JUGA  Forum Aliansi Jayanti (FAJ) Siap Meratakan Dan Berperang Adanya Niat dan Rencana Peredaran Kembali Obat Keras Daftar G di Kabupaten Tangerang, Harga Mati Lawan Dan Ratakan

Sampai terbitnya berita ini, pihak DLH Kabupaten Serang belum dimintai keterangannya.

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!