Media Online Karyaindonesianews.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Sekitar 1,5 hektar tanaman padi di sawah milik warga di Kabupaten Serang, Banten, gagal panen

  • Bagikan

Media Karyaindonesianews.com

SERANG – Sekitar 1,5 hektar tanaman padi di sawah milik warga di Kabupaten Serang, Banten, gagal panen. Gagalnya panen tersebut diduga akibat pencemaran limbah cair dan debu sisa pembakaran pabrik pengolahan timah.

Iip pemilik sawah di blok Cibatu/Leuweung Geude, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan mengaku, sawah miliknya mengalami gagal panen.

1,5 hektar lahan pertaniannya kini mangkrak karena telah tercemar limbah cair yang bersumber dari Pabrik Timah PT Genesis. Selain masalah pengairan, debu sisa peleburan timah itu juga membuat tanam padi menguning kering hingga mati dan gagal di panen.

“Kita gagal panen akibat pencemaran dari PT Genesis, hamparan sawah milik saya sekitar 1,5 hektar akhirnya tidak produktif. Kami makan dari sawah ini, tapi sawah ini sekarang kondisinya begini,” keluh anggota DPR RI Fraksi PPP, Iip Miftahul Khoiry, kepada wartawan, di lokasi sawah miliknya, Jum’at (19/4/2024)

Karena kondisi tersebut, pemilik sawah meminta klarifikasi pihak perusahaan dalam hal ini PT Genesis untuk bertanggungjawab atas dampak pencemaran yang mengakibatkan terjadinya gagal panen tersebut.

“Kami berharap pihak PT Genesis yang berdekatan dengan sawah milik saya tolong mengklarifikasi dan bertanggungjawab,” pintanya.

Iip menegaskan, jika dalam waktu 1X24 jam pihak PT Genesis tidak ada itikad baik, maka pihaknya akan memproses yang tertuang sesuai undang-undang.

“Kami sudah mengambil sample air dan tanah, kalau memang tidak ada itikad baik tidak ada klarifikasi dalam waktu 1X24 jam, kami akan mengikuti proses yang tertuang di dalam undang-undang,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur KLH Banten Ferry Anis Fuad SH, MH menjelaskan, bahwa pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

BACA JUGA  Sudarwan Mewakili Kepala Desa Se-Kecamatan Cisoka Melarang Keras Peredaran hxymer Dan Tramadol Diwilayah Cisoka

“Pada dasarnya setiap orang yang melakukan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan serta melakukan pemulihan lingkungan hidup,” terangnya.

Ketika saat hendak dikonfirmasi, pihak perusahaan PT Genesis melalui sekuriti setempat meminta pihak media dan Konsorsium Lingkungan Hidup Provinsi Banten (KLH Banten) agar datang kembali besok.

“Besok saja datang lagi pak, management perusahaan nya sudah pulang,” kata salah seorang sekuriti yang tidak menyebutkan namanya.

(Red.Apud)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!