Media Online Karya Indonesia News.com berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membuka wawasan secara luas.

Sangat Miris….!!!Penjual Obat Terlarang Masih Buka Di Bulan Suci Ramadhan Dan Belum Tersentuh APH.

  • Bagikan

Media Karya Indonesia News Com|

Kabupaten Bandung,|| Diduga belum tersentuh Aparat Penegak Hukum (APH) penjual obat terlarang Eximer dan Tramadol Jenis Golongan G (G=Gevaarlijk=Berbahaya=Narkotika)berkedok warung kelontongan tepatnya di Jl. Bugel,Kamasan Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Dan di Jl. Raya Pangalengan, Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat pada Sabtu,16 Maret 2024.(16/03/2024)

Hasil pantauan awak media Pada Sabtu,16 Maret 2024 telah menemukan sebuah warung yang menjual Obat Keras Golongan G (Narkotika)di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Banjaran, Polres Soreang Kabupaten Bandung Polda Jawa Barat.

Hal tersebut di benarkan oleh JL salah satu pembeli pada saat di mintai keteranganya mengatakan bahwa dirinya mendatangi warung kelontong tersebut untuk membeli obat terlarang jenis Tramadol.

“Benar pak saya datang kesini untuk membeli Obat Tramadol sebanyak 4(Empat)butir dengan harga 20 rb,”Jelasnya

Di tempat yang sama penjaga toko yang tidak mau di sebut namanya mengatakan bahwa warung tersebut milik pengusaha ilegal yaitu Orang Aceh.

“Saya cuma kerja bang,” pemiliknya sedang tidak ada jika abang ingin lebih jelas silahkan telpon ke beliau.Kata Penjaga Toko

Tomi CP selaku Petugas Piket SPKT(Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu)Polsek Banjaran Saat di konfirmasi di ruangannya oleh wartawan mengatakan bahwa peredaran Obat Keras Golongan G(Narkotika) di Wilayah Hukum Polsek Banjaran bukan Wewenang Polsek yang Menindak.

“Ke Polres aja ke bagian Resnarkoba Polres Soreang Kabupaten Bandung karena Polsek tidak punya kewenangan untuk menindak.Kata Tomi CP(Petugas Piket SPKT)

Di tempat terpisah Agus Jefri Hunter Selaku Sosial Kontrol SATGAS NASIONAL Lembaga Gerakan Indonesia Anti Narkotika(GIAN)ketika dimintai Tanggapannya.” Saya duga cukup JANGGAL Pernyataan dari Petugas SPKT Polsek Banjaran Menyatakan tidak Punya Wewenang untuk menindak Penjualan Obat Keras Eximer dan Tramadol Jenis Golongan G(Narkotika) yang Tanpa Izin Edar Farmasi dan tanpa izin dari Dinas Kesehatan serta BPOM setempat.Saya selaku Penggiat Anti Narkotika sebagai Mitra dari BNN dan Polri serta Mitra Kementerian Kesehatan dengan melalui Gerakan Masyarakat Sehat(GERMAS)Atribut GERMAS yang wajib digunakan di Uniform/Seragam GIAN sangat sangat kecewa atas pernyataan APH tersebut.

BACA JUGA  Antisipasi Penyakit DBD , Babinsa Koramil 04/Gambir Berdiskusi Dengan Warga Gencarkan PSN

“Pernyataan Petugas SPKT Polsek Banjaran saya anggap sangat janggal dan tidak masuk akal Sudah Jelas Tugas dari pada APH(Aparat Penegak Hukum)untuk menegakan Hukum bagi yang melanggarnya (PRESISI)ini bertindak sebaliknya,malah memberi peluang kepada si pelanggar Hukum,Seharusnya Cepat Tanggap jika ada Aduan dari Masyarakat”.

Sudah jelas bagi pelaku usaha yang memperjualbelikan Obat Jenis Golongan G (Narkotika)Tanpa Izin Edar dapat di jerat dengan Pasal 435 dan Pasal 436 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023 Pengganti Pasal 196 dan 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan Ancaman Pidana 10 Tahun Penjara.

Melalui Telepon Whatsapp Kanit Reskrim Polsek Banjaran saat di konfirmasi oleh Awak Media Menjawab.” Baik terimakasih infonya,kita bisa mengamankan untuk proses lanjut kita limpahkan ke Sat Narkoba Polres.Ujar Kanit Reskrim”.( Red/Cimong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!